Sunday, November 13, 2011

Sejarah Musik - Gitar Bass


http://media.fmicdirect.com/fender/images/products/guitars/0190660700_frt_wmd_001.jpg

     Bermula dari permainan yang monoton,yang hanya itu – itu saja,yang memang dahulu  sebuah alunan musik hanya memainkan irama dengan notasi – notasi hanya di nada tinggi.Sehingga kebutuhan akan irama notasi nada rendah menjadi suatu yang perlu di pikirkan kembali.Maka akhirnya gagasan timbulnya menciptakan sebuah instrument musik dengan karakter bernada rendahpun menjadi terealisasikan.Berawal dari itulah sebuah alat musik baru mulai di kenal.Yaa…Bass.


     Dengan mengadaptasi langsung dari sebuah alat musik yang bernama Gitar,bisa di katakan Bass merupakan alat musik turunan dari gitar.Dan mungkin sampai saat ini pamornya pun kalah dengan gitar.Namun sesungguhnya,Bass sendiri bukanlah gitar,di lihat dari segi permainan jelas sangat berbeda,walaupun tidak menutup kemungkinan ada beberapa kesamaan dalam menerapkan skill permainan.Bass adalah alat musik yang berdiri sendiri,yang mempunyai jenis permainan yang berbeda.Dan seiring dengan perkembangan jaman pun pola permainan pun juga ikut berkembang.

     Gitar bass listrik (biasa disebut Bass saja) adalah alat musik yang menggunakan listrik untuk memperbesar suaranya. Penampilannya mirip dengan gitar listrik tapi ia memiliki tubuh yang lebih besar, leher yang lebih panjang, dan biasanya memiliki empat senar (gitar listrik memiliki enam senar).

     Berat dari bass sendiri justru lebih berat daripada gitar electric biasa, hal ini disebabkan karena senarnya yang lebih tebal (untuk menjaga kerendahan nada/bunyi) sehingga menyebabkan harus memilih kayu yang lebih padat dan keras untuk menyeimbangi takanan pada “neck” (leher gitar.selain itu ukuran fret (kolom pada gitar) yang lebih besar yang disesuaikan dengan ketebalan senar.Ada banyak jenis bass yang dipakai sampai dengan saat ini. Yang paling banyak dipakai berupa contra bass dan ciello bass (yang biasa digunakan untuk pertunjukan opera), electric bass (biasa digunakan untuk semua jenis pertunjukan terutama band) serta “fretless” bass yang sama dengan electric bass tapi tidak ada fret(kolom/pembatas pada papan tekan/neck) pada bass tersebut. Prinsip kerja fretless bass mirip dengan contra/ciello bass hanya saja berbentuk gitar electric.

Sejarah Alat Musik bass dan perkembangan nya

     Di tahun 1920an, lloyd Loar, yang berkerja untuk gibson, mendesign double bass elektrik pertama. Bass ini menggunakan pickup electro-static, tapi amply untuk frekuensi bass belum dikembangkan. Jadi pada saat itu blum ada cara untuk mendengarkan instrument double bass tersebut.

      Diawal tahun 1930an, paul tutmarc menjadi yang orang pertama yang memperbaiki ukuran double bass menjadi lebih praktis. Ukuran yang pertama dibuat hanya sebesar cello, dan mengunakan pickup rudimentary, namun hasilnya memiliki berat yang berlebihan, dan akhirnya diperbaiki bentuknya lebih menyerupai gitar.

     Bass baru yang diciptakan ini memiliki panjang 42″, solid body, menggunakan kayu walnut hitam dan senar piano yang tetap dilengkapi dengan pickup.
Dan pertengahan tahun 30an, beberapa pengembang instrument musik - Lyon & Healy, Gibson and Rickenbacker, - memulai memasarkan eksperimental elektrik bass yang sama dengan prototype basss Tutmarc, yang lebih sedikit besar dibandingkan dengan double bass yang standard. Bagaimanaupun, bas itu tetap tinggi, tidak ,memiliki fret, dan di mainkan secara vertikal atau berdiri.

     Sekitar tahun 1940, Paul Tutmarc jr memulai memproduksi gitar dan bass, termasuk bass Serenader. Produksi ini di distribusikan oleh L.D. Heater Music Co., di portland, Oregon, dan menjadi distributor terbesar untuk elektrik bass. Sang Genius itu menamainya dengan bass gitar - insturumen yang memilik fret dan di mainkan secara horizontal. Fitur utama dari produk tersebut adalah :
* Pickup - di design karena double bass sering tertutup dengen brass section dari sebuah band jazz.

* ukurannya - pemain double bass harus bisa berpergian sendiri, karena ukurannya yang besar, sering sekali ketinggalan di setiap perjalannya. Dengan design yang baru, pemain bass bisa berpergian dan beristirahat dengan bandnya.

     Ada sedikit perubahan progres sampai Leo Fender menciptakan precision bass di tahun 1951. Penamaan Precision Bass dikarenakan fret yang ada di bass mengikuti note yang di mainkan secara presisi. Elektrik bass yang di produksi Leo fender ini, banyak yang memproduksi bentuk ini. Pada tahun 1957, bentuk pickupnya di rubah menjadi split pickup, dan pickguard dan headstocknya juga di redesign.

     Pada tahun 1960 Fender mendesign dan menciptakan Jazz bass, dengan 2 pickup yang sama ukurannya. Popularitas bass Fender kemudian diikuti oleh Gibson, Rickenbacker, dan Hohner. Hal ini yang semakin membuat popularitas bass elektrik meluas sampai sekarang.

     Tahun 1959, Danelectro menciptakan pertamakali bass 6 senar, dengan tunse E A D G B E, dan Gibson dan Fender menggunakan ide ini untuk membuat Gibson EB-6 di tahun 1960, dan Fender VI di tahun 1962. Fender juga membuat bass 5 senar pertama dengan sebutan Fender V.

     Tahun 1965, bass fretless Aubi dari Ampeg diciptakan dan di tahun 1968 8 string bass di perkenalkan oleh Hagstroem. Bass freetless 6 string (yang akhirnya dimiliki Les Claypool) di buat oleh Carl Thompson tahun 1978. Karena gaya permainan seperti slap dan pop, jumlah senar dan kombinasi kayu, neck dan lainnya pickup semakin menjadi bervariasi. EMG pickup yang menjadi pickup terlebar yang di gunakan di bass tersebut.

     Pertama kali bass elektrik di populerkan oleh John Entwistle dan James Jamerson di tahun 60an, Jaco Pastorius dan Stanley Clarke di tahun 70an dan Marcus Miller dan Cliff Burton di tahun 80an. Di akhir 80an terlihat perbedaan dalam popularitas bass, sebagai fashion digunakan untuk electornic synthesised dance music. Bagaimanapun juga bass yang  teman – teman miliki sekarang merupakan perkembangan jauh dari double bass.
Senar dan Tuning

     Pernah melihat bass dengan jumlah senar lebih dari 4?Bass dengan menggunakan senar 5 dawai misalnya,atau terkadang juga ada yang menggunakan 6 dawai. Banyaknya tipe bass dengan ragam banyak dawai,hal ini disebabkan oleh jenis musik yang di mainkan pun berbeda – beda, karena banyak ragamnya juga.Bass dengan 6 dawai biasanya banyak di gunakan oleh pemain jazz, akan tetapi juga ada sebagian pemain bass jenis musik lain yang senang menggunakannya.Dalam memainkan irama jenis musik yang banyak memainkan notasi,dan lebih sedikit bermain akord  ( musik jazz misalnya ), para pemain bass  cenderung memilih menggunakan bass berdawai 6.Dikarenakan banyaknya senar yang di pakai,dan luasnya range nada yang ada sehingga memudahkan dalam permainan,pemain bass tidak perlu bersusah payah melompat – lompat  jemarinya pada fret neck bass yang panjang,seperti pada bass dawai 4.

     Berikut adalah banyaknya senar yang lazimdi gunakan dalam bass serta konfigurasi setting tuningnya yang berbeda – beda dalam penerapan pada permainan :



  • Empat senar
Biasanya di-tune “G-D-A-E”, “G-D-A-D”, “G-D-G-D”, “D-A-E-B”, “F-C-G-D” atau “F-C-G-C”
  • Lima senar
Biasanya di-tune “G-D-A-E-B” tapi terkadang “C-G-D-A-E”.
  • Enam senar
Biasanya di-tune “C-G-D-A-E-B” atau “B-G-D-A-E-B”, walaupun “E-B-G-D-A-E” juga suka dipakai.
     Tuning di atas diurutkan berdasarkan nomor senar.Senar 1, senar 2, dan seterusnya. Dimana senar 1 adalah senar terbawah dari gitar bass (senar yang paling kecil / tipis).

     Selain jumlah senar diatas ada pula bass-bass yang memiliki jumlah senar tertentu,
namun untuk di Indonesia sangat sulit didapatkan. Misalkan :

Bass dengan 1 string, 2 strings, dan 3 strings
 
      Jangan heran kalau Bass tipe seperti ini hanya memiliki 1, 2, atau 3 senar saja, dan biasanya untuk mendapatkan tipe ini pun kita juga harus inden atau memesannya terlebih dahulu.

Bas dengan 8, 10, 12, dan 15 strings
 
      Pada prinsipnya bass tipe ini sama dengan gitar 12 senar, dimana senar-senar yang ada dikelompokkan dalam satu kelompok dengan tuning yang sama




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...