Siapa yang mau menghuni gedung tua
Siapa yang sudi singgah dihati ini
Tanpa keramaian kemewahan sunyi sepi
Semuanya hampa termakan lapuknya usia
Siapa yang mau menghuni gedung tua
Sudah berulang kali pernah aku mencoba
Membangun dan membina kehancuran dijiwa ini
Kecewa dan kecewa yang selalu kurasa
Merana dan tersiksa yang tiada akhirnya
Hanya padamu Tuhan aku berserah diri
Didalam cobaan
Showing posts with label Lirik Lagu Dangdut Elvy Sukaesih. Show all posts
Showing posts with label Lirik Lagu Dangdut Elvy Sukaesih. Show all posts
Friday, July 27, 2012
Lirik Lagu Dangdut Bimbang - Elvy Sukaesih
Sampai hatimu melupakan janji
Pada rembulan yang bersaksi
Berselimutkan awan yang syahdu
Di malam itu kau ciptakan kenangan
Awal mula dari hari iniMendung yang mulai meliputi hidupku
Berduakah kau di sana sendirikah kau di sana
Lama sudah ku merana (2x)
Kedatanganmu kutunggu kehangatanmu kurindu
Cintaku hanya milikmu
Cintaku hanya untukmu
Kini di hatiku bimbang dan sedih
Karena kau tak pernah kembali di sisiku
Karena kau dan aku memiliki
Janji yang pernah kita ucapkan berdua
Pada rembulan yang bersaksi
Berselimutkan awan yang syahdu
Di malam itu kau ciptakan kenangan
Awal mula dari hari iniMendung yang mulai meliputi hidupku
Berduakah kau di sana sendirikah kau di sana
Lama sudah ku merana (2x)
Kedatanganmu kutunggu kehangatanmu kurindu
Cintaku hanya milikmu
Cintaku hanya untukmu
Kini di hatiku bimbang dan sedih
Karena kau tak pernah kembali di sisiku
Karena kau dan aku memiliki
Janji yang pernah kita ucapkan berdua
Lirik Lagu Dangdut Bisik Bisik Tetangga - Elvy Sukaesih
Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Mengapa engkau harus menyimpan
Sekuntum mawar merah di balik kelambu hitam
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Pabila dirimu ingin mencari hiburan
Tapisekurang-kurangnya jangan menjual kasih sayang
Walaupun cintaku kauanggap layu di tangan
Tapisekurang-kurangnya tempat memadu kasih sayang
Dia memang cantik merayunya semakin cantik
Dia memang lincah selincah burung merpati
Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu
Di telinga hingga menusuk di hatik
Mengapa engkau harus menyimpan
Sekuntum mawar merahdi balik kelambu hitam
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Mengapa engkau harus menyimpan
Sekuntum mawar merah di balik kelambu hitam
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Pabila dirimu ingin mencari hiburan
Tapisekurang-kurangnya jangan menjual kasih sayang
Walaupun cintaku kauanggap layu di tangan
Tapisekurang-kurangnya tempat memadu kasih sayang
Dia memang cantik merayunya semakin cantik
Dia memang lincah selincah burung merpati
Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu
Di telinga hingga menusuk di hatik
Mengapa engkau harus menyimpan
Sekuntum mawar merahdi balik kelambu hitam
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…
Aduh…aduh…aduh…aduh…
Friday, June 1, 2012
Lirik Lagu Dangdut Suami Kejam - Elvi Sukaesih
Sungguh kau suami yang kejam,
yang tiada berperasaan.
Bila engkau marah aku yang jadi sasaran.
Aku kau perlakukan bagai seekor hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan,
aku tak tahan ku tak tahan.
* Sesuka hatimu engkau menjatuhkan tangan.
Jerit tangisku tiada engkau hiraukan.
Kau tahu aku hanya seorang perempuan,
cuma menangis takkan bisa melawan.
Kejam ho…kejam.
Bila aku salah berkata
maka tanganmu yang bicara.
Rupanya kau pikir tanpamu aku tak makan,
hingga aku kau perlakukan aku seperti hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan,
aku tak tahan ku tak tahan.
yang tiada berperasaan.
Bila engkau marah aku yang jadi sasaran.
Aku kau perlakukan bagai seekor hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan,
aku tak tahan ku tak tahan.
* Sesuka hatimu engkau menjatuhkan tangan.
Jerit tangisku tiada engkau hiraukan.
Kau tahu aku hanya seorang perempuan,
cuma menangis takkan bisa melawan.
Kejam ho…kejam.
Bila aku salah berkata
maka tanganmu yang bicara.
Rupanya kau pikir tanpamu aku tak makan,
hingga aku kau perlakukan aku seperti hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan,
aku tak tahan ku tak tahan.
Lirik Lagu Dangdut Surat Cerai - Elvi Sukaesih
Sejak pertengkaran minggu lalu
kau tak pernah pulang ke rumah.
Tak kusangka kau semarah itu,
hingga kau pergi tak kembali.
Tak kusangka.
* Sampai di suatu hari kuterima
sepucuk surat darimu.
Dengan berdebaran hati kubuka
sampul surat kemudian kubaca.
Betapa hancur luluh hatiku
setelah aku baca suaratmu.
Rupanya pertengkaran yang lalu
membuat perpisahan kita.
Surat cerai yang kau kirim itu
kuterima tanpa berdaya.
Tak berdaya.
kau tak pernah pulang ke rumah.
Tak kusangka kau semarah itu,
hingga kau pergi tak kembali.
Tak kusangka.
* Sampai di suatu hari kuterima
sepucuk surat darimu.
Dengan berdebaran hati kubuka
sampul surat kemudian kubaca.
Betapa hancur luluh hatiku
setelah aku baca suaratmu.
Rupanya pertengkaran yang lalu
membuat perpisahan kita.
Surat cerai yang kau kirim itu
kuterima tanpa berdaya.
Tak berdaya.
Thursday, May 31, 2012
Lirik Lagu Dangdut Tanda Merah - Elvi Sukaesih
Berkerut keningku melihat tanda merah
nampak di lehermu nyata bekas kecupan.
Kecupan mesra entah dari siapa.
Tanda merah itu oh membakar hatiku,
bekas bibir itu membuat ku bertanya
apakah engkau menghianati cinta.
* Adakah orang lain selain diriku.
Adakah cinta lain selain cintaku,
pabila ada katakan siapa.
Adakah orang lain selain diriku.
Adakah cinta lain selain cintaku,
pabila ada katakan siapa.
nampak di lehermu nyata bekas kecupan.
Kecupan mesra entah dari siapa.
Tanda merah itu oh membakar hatiku,
bekas bibir itu membuat ku bertanya
apakah engkau menghianati cinta.
* Adakah orang lain selain diriku.
Adakah cinta lain selain cintaku,
pabila ada katakan siapa.
Adakah orang lain selain diriku.
Adakah cinta lain selain cintaku,
pabila ada katakan siapa.
Subscribe to:
Posts (Atom)